TOTABUAN.CO BOLMONG— Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Badan Keuangan Daerah mencatat capaian signifikan dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun berjalan. Hingga akhir November 2025, realisasi capaian PAD sebesar Rp61,89 miliar, atau 80,45 dari total target Rp76,93 miliar.
Capaian ini menandai tren positif pengelolaan pendapatan di daerah, di mana beberapa sektor pajak dan retribusi menunjukkan performa melampaui target.
Dari seluruh komponen PAD, pajak daerah memberikan kontribusi terbesar. Dengan target Rp49,01 miliar, realisasi telah mencapai Rp41,08 miliar atau 83,42 persen.
Beberapa jenis pajak menunjukkan kinerja yang menonjol. Seperti pajak reklame menjadi salah satu sumber pendapatan paling progresif.
Reklame Kain: terealisasi Rp1,05 miliar (105%). Reklame Melekat/Stiker: menyentuh 269 persen, menembus Rp40,44 juta dari target Rp15 juta. Reklame Papan/Videotron: terealisasi Rp590,5 juta (118%).
“Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pemasangan reklame serta pendataan dan penertiban yang semakin efektif,” ujar Kepala BKD Bolmong Ashari Sugeha Minggu (30/11).
Selain itu pajak sarang burung walet juga mampaui target kata Ashari. Dari target Rp31 juta, pajak sarang burung walet telah menyumbang Rp40,21 juta, atau 129 persen. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penertiban bangunan walet serta perbaikan sistem pelaporan.
Pajak mineral bukan logam dan batuan stabil juga imut memberikan kontribusi disektor pendapatan.
Sektor ini tetap menjadi salah satu penyokong besar PAD dengan realisasi Rp18,93 miliar dari target Rp22,1 miliar (85,66%).
“Kontribusi terbesar berasal dari pajak pasir dan kerikil, yang banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi di wilayah tersebut,” sambung Ashari.
Di sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), kinerja pendapatan meningkat signifikan.
Asahari mengatakan, BPHTB pemindahan hak terealisasi Rp67,48 juta (67%).
BPHTB hak baru, mencatat lompatan besar dengan realisasi 183 persen atau Rp735,59 juta dari target Rp400 juta.
Kenaikan ini menunjukkan tingginya transaksi jual–beli serta peralihan hak tanah, sekaligus keberhasilan intensifikasi PAD di sektor pertanahan di Kabupaten Bolmong.Rp61,89 miliar, atau 80,45
Namun kendati begitu PBB-P2 masih perlu dorongan. Sebab baru mencapai 50,33 persen dari target Rp4,46 miliar. Sektor ini dinilai masih perlu penguatan sosialisasi, pembaruan data objek pajak, hingga percepatan penagihan.
Sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang mencakup restoran, hotel, listrik, hiburan, dan makanan/minuman, mencatat realisasi Rp9,82 miliar atau 85,72 persen dari target Rp11,46 miliar.
PBJT tenaga listrik juga mencatat realisasi tinggi, yakni Rp9,21 miliar (86%). Dari pajak restoran, realisasi telah mencapai Rp565,74 juta.
Retribusi pelayanan kesehatan mendominasi. Dari target Rp19,84 miliar, realisasi retribusi daerah mencapai Rp12,58 miliar atau 64,77 persen. Menariknya, sektor retribusi pelayanan kesehatan menjadi penyumbang terbesar dengan capaian Rp11,47 miliar.
Hal ini menunjukkan tingginya tingkat penggunaan layanan kesehatan daerah sekaligus optimalisasi sistem retribusi di fasilitas kesehatan.
Pada tahun sebelumnya, PAD tercatat Rp64,39 miliar. Sementara realisasi tahun berjalan berada pada Rp61,89 miliar. Meskipun angka tahun ini belum melampaui tahun lalu, beberapa sektor mengalami peningkatan tajam, terutama reklame, BPHTB hak baru, dan pajak jasa tertentu.
Menurut Ashari, melihat capaian hingga triwulan terakhir, pemerintah daerah optimis target PAD dapat terus dikejar. Upaya intensifikasi pajak, perbaikan sistem pendataan, hingga penertiban objek pajak menjadi strategi utama untuk memaksimalkan potensi pendapatan.
Selain itu, peningkatan kesadaran wajib pajak serta digitalisasi layanan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan PAD. (*)






