TOTABUAN.CO BOLMONG — Rolling atau rotasi jabatan dalam tubuh birokrasi bukanlah hal baru. Namun, kali ini Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) menegaskan bahwa kebijakan ini bukan semata formalitas politik, melainkan langkah strategis untuk menjawab tantangan internal yang dihadapi oleh organisasi pemerintahan.
Sejumlah pejabat eselon II diketahui telah menjabat selama lebih dari dua tahun di posisi yang sama. Berdasarkan evaluasi internal, terjadi kecenderungan stagnasi dalam kinerja serta lemahnya inovasi dalam beberapa sektor pelayanan publik.
Karena itu, rotasi ini diharapkan bisa menyuntikkan energi baru serta membuka ruang bagi aparatur sipil negara (ASN) lain yang dinilai memiliki potensi, semangat, dan komitmen tinggi.
“Banyak jabatan strategis yang terlalu lama tidak mengalami penyegaran. Situasi ini berpotensi menghambat efisiensi pelayanan serta perkembangan inovasi dalam birokrasi,” jelas seorang analis kebijakan publik lokal.
Rencananya, untuk rolling kali ini, sebagian besar pejabat yang akan mengisi kursi eselon II adalah mereka yang saat ini masih menyandang status sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Artinya, mereka belum sepenuhnya didefinitifkan dan masih dalam masa evaluasi.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pejabat yang nantinya didefinitifkan benar-benar memenuhi syarat kompetensi, integritas, serta memiliki visi yang selaras dengan kepemimpinan Yusra Alhansyi-Dony Lumenta.
“Para Plt akan dievaluasi kembali melalui mekanisme seleksi terbuka. Siapa pun yang terpilih nanti, akan ditetapkan secara definitif sesuai prosedur dan berdasarkan meritokrasi,” ujar sumber internal di Pemkab Bolmong.
Sistem ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi ASN yang memiliki rekam jejak baik dan kinerja unggul untuk naik ke jenjang jabatan yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, rolling ini juga dipandang sebagai ruang akomodasi bagi ASN muda atau rising stars yang selama ini telah menunjukkan loyalitas, profesionalisme, dan kemampuan manajerial yang mumpuni.
Dengan adanya rolling ini, diharapkan struktur organisasi pemerintahan dapat segera terisi secara penuh, sehingga roda pemerintahan bisa berjalan lebih optimal.
Namun kendati demikian, semua tinggal menunggu keputusan resmi.
Dari sisi eksternal, masyarakat Bolmong, khususnya kalangan pemerhati pemerintahan dan tokoh masyarakat, memberikan tanggapan positif terhadap rencana rolling ini. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai sinyal bahwa kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta berkomitmen menata birokrasi yang lebih profesional dan responsif.
“Kami tentu berharap bahwa rotasi pejabat ini tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan benar-benar berlandaskan kebutuhan organisasi dan peningkatan pelayanan publik,” kata Abdul Karim, tokoh masyarakat Bolmong.
Ia menambahkan, publik menginginkan agar penempatan pejabat dilakukan secara objektif, bukan atas dasar kedekatan pribadi, politik, atau kelompok tertentu. Karena birokrasi adalah ujung tombak pelayanan masyarakat, maka sudah sewajarnya yang duduk di jabatan strategis adalah mereka yang punya kapasitas dan integritas tinggi.
Rolling ini juga dinilai sebagai bagian dari langkah konsolidasi kepemimpinan pasangan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta, yang telah menjalankan roda pemerintahan yang baru memasuki delapan bulan.
Dalam berbagai kesempatan, keduanya menyatakan komitmen untuk membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan modern.
“Kami ingin membangun birokrasi yang mampu melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien. Penyegaran struktur ini bagian dari upaya itu,” ujar Bupati Yusra dalam pernyataan sebelumnya.
Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk evaluasi terhadap hasil kerja para ASN sejauh ini. Dengan mengedepankan prinsip reward and punishment, Pemkab Bolmong ingin menumbuhkan iklim kerja yang sehat dan kompetitif di lingkungan birokrasi. (*)