Cagub Steven Kandouw: Jangan Terjebak Politik Primordialisme Suku dan Agama

Calon Wakil Gubernur Steven Kandouw saat memimpin rapat konsolidasi

TOTABAN.CO POLITIK — Calon Wakil Gubernur Petahana Sulawesi Utara 2020, Steven Kandouw mengingatkan, betapa pentingnya semangat persatuan dan kesatuan bagi seluruh masyarakat Sulut dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Terlebih bagi kader PDI Perjuangan, diharuskan memegang teguh ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, bahkan politik partisan.

Bacaan Lainnya

“PDIP sebagai partai Nasionalis, tidak pernah terjebak dengan politik partisan dan primordialisme suku dan agama,” jelas Steven saat konsolidasi pengurus ranting dan anak ranting DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, di Pandu, Manado, Senin 28 September 2020.

Steven mengingatkan, PDI Perjuangan selama ini terus membumikan perikemanusiaan dan kerakyatan. Sebab seluruh agama mengajarkan bahwa sebagai ciptaan Tuhan harus saling membantu dan menolong.

“Maka kita harus selalu siap bergerak di tengah rakyat, membantu dan berpihak kepada rakyat tanpa membedakan pilihan politiknya maupun latarbelakang suku dan agamanya,” jelasnya.

Steven yang berpasangan dengan Calon Gubernur Olly Dondokambey di Pilkada Provinsi Sulut 2020 menyebut persatuan dengan masyarakat adalah kekuatan yang akan berdampak besar bagi kemajuan daerah. Memaksimalkan segala potensi untuk dikembangkan.

Terlebih di era pandemi Covid-19, Steven menilai era adaptasi New Normal harus dijadikan momentum untuk memperkuat kebersamaan, sekaligus memupuk kemampuan daerah untuk berdikari. Sebab Bumi Nyiur Melambai adalah daerah yang kaya potensi, baik di sektor pertanian, kelautan, juga pariwisata dan lainnya.

“Ayo, kita perkuat kebersamaan. Kita punya semua sumber dayanya untuk maju dan berkembang,” tegasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses