Menu

Iskandar: Peringatan Harkitnas Sangat Relevan Jika Dimaknai Dengan Teks Sumpah Palapa

  Dibaca : 30 kali
Iskandar: Peringatan Harkitnas Sangat Relevan Jika Dimaknai Dengan Teks Sumpah Palapa
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru saat menjadi Irup di Peringatan Harkitnas ke 111

TOTABUAN.CO BOLSEL– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111 Senin 20 Mei 2019.

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, menjadi Irup dalam upacara tersebut yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati, yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam sambutan yang disampaikan, Bupati membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan peringatan hari kebangsaan nasional tahun ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks sumpah palapa tersebut.

“Saat ini bangsa berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita,” ungkap Iskandar.

Dia mengingatkan sampai saat ini tahapan pesta demokrasi tersebut dapat berjalan lancar dan aman. Hal ini tidak lepas dari pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa..

Harkirnas lanjutnya, telah lebih satu abad bangsa menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa. Hal itu ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo yang mana dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan ditingkah bentang geografis merupakan salah satu yang paling ekstrem namhn kita mampu membuktikan menjaga persatuan sampai detik ini.

“Oleh karena itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerengganan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan indonesia,” ungkapnya.

Tak hanya itu, peringatan Harkitnas kali ini juga dirangkaikan dengan Apel Korpri yang dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan.

“Bagi umat muslim, jadikanlah bulan suci ini untuk kita mengejar pahala dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan, penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya kita bisa seperti Mahapati Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri,” tambahnya.

Dirinyapun berharap peringatan Harkitnas ini dijadikan moment untuk membangkitkan rasa persatuan, agar bangsa yang besar ini mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional