Menu

Terlibat Kasus Korupsi Jumbara, Dua ASN Bolmong Jadi Tahanan Kejaksaan

  Dibaca : 68 kali
Terlibat Kasus Korupsi Jumbara, Dua ASN Bolmong Jadi Tahanan Kejaksaan
Kedua tersangka saat menuju mobil tahan yang selanjutnya dibawa ke Rutan Kotamobagu dengan status tahanan Kejaksaan

TOTABUAN.CO HUKRIM –Pengungkapan kasus Korupsi kegiatan Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) yang ada di Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong) yang dilakukan penyidik Polres Kotamobagu terus membuahkan hasil. Jika sebelumnya satu orang ditetapkan tersangka, kini kembali bertambah dua ASN yang kemudian diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu Jumat (22/3/2019).

Kedua ASN Pemkab Bolmong itu yakni IT alias Im berumur 54 Tahun asal Desa Mopait dan NDP berumur 32 yang beralamatkan di Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kedua ASN itu resmi diserahkan ke Kejaksaan dan diterima Kepala Seski Pidana Khusus (Pidsus) Imron SH.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kotamobagu AKP Muhamad Aswar Nur, setelah resmi diserahkan, keduanya resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Kotamobagu.

“Iya, kedua ASN itu sudah kita serahkan Jumat siang tadi dan menjadi tahanan Kejaksaan,” ujar Aswar.

Mantan Kasat Reskrim Tomohon ini menambahkan, kasus korupsi Jumbara itu terjadi sejak 2014 silam. Keduanya berperan sebagai PPTK dan Bendahara.

Usai diserahkan, keduanya diterima Kasie Pidsus kemudian langsung dititip di Rutan Kotamobagu dengan status sebagai tahanan Kejaksaan.

Kegiatan Jumbara itu dilaksanakan pada Maret 2014 silam oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dengan sumber APBD dengan dana Rp445.275.000.

Namun pada kenyataannya pihak ketiga CV Formula sebagai pemenang tender tidak pernah dilibatkan untuk menyiapkan makan minum pada kegiatan tersebut.

Dana untuk membiayai makan minum pada kegiatan itu, kemudian dicairkan dengan dibuat permintaan dana yang dilakukan NDP selaku bendahara pengeluaran dan dibantu Im sebagai PPTK.

Dana tersebut digunakan keduanya untuk kepentingan pribadi. Dengan tindakan kedua tersangka, negara mengalami kerugian. Keduanya melanggara pasal 2, 3 dan pasal 9 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 pemberatasan tindak pidana korupsi Jo pasal 5 ayat 1.

Sebelumnya kasus tersebut telah menjeret AD yang tidak lain sebagai mantan Kepala Badan. AD saat ini sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Manado.

Kegiatan itu diikuti 1.470 peserta. Mulai dari ekspos data dan hasil kegiatan, bakti sosial masyarakat terdiri dari pelayanan KB gratis dan sosialisasi, dan pentas seni dan olah vokal, serta pemberdayaan serta peningkatan IMP.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional