Menu

Sektor Pariwisata di Boltim Belum Mampu Dongkrak PAD

  Dibaca : 140 kali
Sektor Pariwisata di Boltim Belum Mampu Dongkrak PAD
Salah satu Lokasi wisata pantai Tanjung Silar yang ada di Boltim

TOTABUAN.CO BOLTIM – Pontensi wisata di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sangat menjanjikan. Terutama wisata pesisir pantai.

Boltim memiliki beberapa objek wisata menarik seperti Danau Moat, Tanjung Woka, Pulau Nenas, dan Pulau Abadi. Selain wisata pantai, Boltim juga menyimpan kekayaan potensi wisata alam lainnya.

Namun sayangnya, pontensi wisata belum mampu mendongkrak Pendapat Asli Daerah (PAD). Padahal daerah paling timur di Tanah Totabuan ini kaya dengan destinasi wisata.

Dari data yang ada di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) target PAD sektor pariwisata terbilang kecil. Sebab target yang dibebankan hanya 30 juta. Alasannya, pemerintah masih akan fokus untuk pembenahan sarana infastruktur yang ada.

Kepala BPKD Boltim Oskar Manopppo menjelaskan, pemerintaha telah mengalokasikan dana untuk perbaikan sarana serta pembangunan infrastruktur ke lokasi wisata Danau Moat.

“Kalau untuk PAD di sektor wisata masih kecil hanya 30 jutaan,” ujar Oskar Senin (24/9/20q8).

Menurutnya, utuk menarik PAD disektor wisata pantai, pemerintah terkendala dengan kepemilikan lahan. Sebab lahan yang menjadi destinasi wisata pantai di Boltim merupakan hak milik pribadi bukan pemerintah.

Saat ini sumber PAD kata Oskar, masih sebagian besar disektor pajak. Seperti PBB, BPHTB, catering makan minum serta deposito di tiga Bank yakni BRI, BNI dan Bank Sulut yang berjumlah 60 Miliar.

“PAD untuk bunga jasa giro sekitar 4 miliar lebih,” jelas Oskar.

Pada tahun ini, untuk target PAD naik dari tahun sebelumnya. Oskar mengatakan, target PAD pada tahun anggaran 2018 menjadi 17.5 Miliar dari tahun 2017 hanya 16 Miliar.

Kendati demikian, pemerintah mensuport, karena sektor pariwisata ini mampu menggerakan perekonomian masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan warga akan berimbas positif pada pergerakan ekonomi masyarakat seperti bisnis transportasi laut dan bisnis UMKM.

Pemkab sendiri belum membuat objek wisata yang menjadi sumber pendapatan bagi daerah, maka retribusi untuk tiket masuk ke objek wisata dan parkir belum diberlakukan.

 

Penulis: Hasdy

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional