Menu

Festival Ketupat di Bolsel Momen Kebersamaan dan Persaudaraan

  Dibaca : 109 kali
Festival Ketupat di Bolsel Momen Kebersamaan dan Persaudaraan
Festival Lebaran Ketupat di Bolsel. Tampak Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu saat memberikan sambutan pada pembukaan festival tersebut

TOTABUAN.CO BOLSEL — Usai lebaran Idul Fitri 1439 H tahun 2018, di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menjadi momen kebersamaan dan persaudaraan di antara pemerintah dan masyarakat.

Hal itu dikatakan Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu saat membuka acara lebaran ketupat di lokasi Pantai Sondana Kecamatan Bolaang Uki Sabtu (22/6/2018).

“Perayaan Hari raya ketupat dalam rangka hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah Tahun 2018, diharapkan akan terus terjalin hubungan sesama manusia. Ini juga dijadikan sebagai momen kebersamaan dan persaudaraan,” kata Bupati

Ribuan warga yang berkunjung dalam perayaan lebaran ketupat tumpah ruah. Bahkan sejumlah jenis makanan disediahkan di rumah-rumah menyambut tamu yang datang.

“Kita semua saling menyempurnakan kemenangan dan kesucian yang kita raih setelah melaksanakan ibadah puasa dan di bulan Ramadan. Mari kita saling membersihkan diri dengan tulus dan ikhlas,” tuturnya.

Ia menambahkan momen ini juga  saling meminta dan memberikan maaf kepada sesama, atas segala khilaf yang pernah diperbuat serta mempertautkan hati dan pikiran dan perilaku kita dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Dalam Acara lebaran Ketupat itu turut dihadiri Wakil Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Sekda Arvan Ohy serta sejumlah pimpinan SKPD, PNS serta ribuan warga.

“Momen Idul Fitri untuk membuka pintu maaf termasuk antara pimpinan dan bawahan,” tambah Bupati.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Disprbud) Bolsel Resly Paputungan menambahkan, tema  dalam festival Ketupat ini ‘Melestarikan tradisi merawat kearifan lokal untuk pariwisata Bolsel hebat’.

“Gebyar ketupat tahun 2018 adalah yang keempat kali dan sudah menjadi tradisi masyarakat Bolsel setelah berpuasa sebulan,” ujarnya.

Selain itu bertujuan untuk melestarikan tradisi masyarakat setelah Idul fitri, melaksanakan iven dengan melibatkan masyarakat, melestarikan budaya daerah, dan mempromosikannya.

 

Penulis: Fitra

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional