Menu

Penyidik Polres Bolmong Periksa Lima Kades Soal Dugaan Korupsi di Bulog

  Dibaca : 468 kali
Penyidik Polres Bolmong Periksa Lima Kades Soal Dugaan Korupsi di Bulog

TOTABUAN.CO HUKRIM – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Bolmong terus mendalamai dugaan korupsi yang ada di Divre Bulog Bolmong.  Bahkan penyidik telah menyiapkan ratusan berkas pemanggilan kepala ratusan kepala desa yang ada di dua daerah yakni Bolmong dan Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) untuk dimintai keterangan terkait pendistrbusian beras untuk warga miskin itu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas, pengungakapan dugaan korupsi yang terjadi di Divre Bulog secara perlahan mulai terkuak.

Dia mengaku selain telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pengawai Bulog Bolmong, saat ini giliran kepala desa yang dimintai keterangan.

Dia mengatakan pemeriksaan para kepala desa ini untuk pengembangan dugaan permainan distribusi beras hingga ke kepala desa.

“Mereka (kepala desa red) kita mintai keterangan sekaligus mencocokan data hasil pemeriksaan sebelumnya dari pegawai Bulog,” kata Hanny Senin (19/2).

Hanny sendiri tak menyebutkan nama kepala desa yang dimintai keterangan. Menurutnya mengingat proses penyelidikan terus dilakukan.

“Kalau soal nama desa atau nama kepala desa sengaja kita sembunyikan. Sebab proses penyelidikan dan pengembangan masih sementara kita lakukan. Akan ada menyusul lagi para kepala desa yang ada di kabupaten Bolmut juga akan kita panggil,” jelasnya.

Hanny sedikit menyentil dari keterangan yang didapat sebelumnya. Dia mengatakan, sejak tahun 2017, ada kepala desa yang selama tiga bulan tidak menerima jatah Raskin, namun data yang ada di Bulog semua tersalur.

Ada juga lanjut dia, dari hasil pemeriksaan, Kades mengaku menandatangani berita acara kosong kemudian penandatangan berita acara serah terima beras nanti satu pekan kemudian.

“Nah itu salah satu contoh. Ada juga dari catatan yang kita dapat dari Bulog, selama tiga bulan menerima, namun keterangan yang didapat dari kepala desa, hanya satu bulan,” bebernya.

Dia menduga permainan dalam pendistribusian beras kepada warga miskin sangat besar. Sebab, ada selisih data mencapai 80 ton.

Pihak penyidik sendiri terus mengumpulkan bahan keterangan dari para kepala desa. Bahan keterangan yang dikumpulkan termasuk data dan berita acara penyerahan hingga pendistribusian beras. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional