Menu

ADM Berharap Pertumbuhan Ekonomi di BMR Merata

  Dibaca : 68 kali
ADM Berharap Pertumbuhan Ekonomi di BMR Merata
Aditya Anugerah Moha anggota DPR RI Komisi XI
 Kementerian Keuangan Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan/Kepala BAPPENAS Bank Indonesia Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Badan Pusat Statistik Setjen BPK RI Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Lembaga Kebijakan dan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

Aditya Anugerah Moha anggota DPR RI Komisi XI

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU— Anggota DPR RI Komisi XI Aditya Anugerah Moha (ADM) mengatakan, tingginya animo masyarakat yang menukarkan uang baru yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) menunjukan pertumbuhan eknomi makin baik di Bolaang Mongondow Raya (BMR) khususnya di Kota Kotamobagu. Ia berharap seiring tingginya animo warga yang ada di lima daerah di BMR yang menukakan uang mereka, ekonimi di BMR meratas.

“Makin besar masyarakat yang menukar uang, tentu akan membawa trend positif bagi perekonomian kita di Kota Kotamobagu lebih khusus di BMR,” katanya saat diwawancarai wartawan usai menghadiri acara penukaran uang yang dilaksananakan Bank Indonesia Pemkot Kotamobagu di Lapangan Kotamobagu  Senin 19 Juni 2017.

Ia mengatakan, proses penukaran uang yang diselenggarakan Bank Indonesia di Lima daerah di Bolaang Mongondow Raya menunjukan bahwa tingkat ekonomi warga meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sebagai anggota komisi yang mempunyai mitra kerja bersama Bank Indonesia ini Ia memastikan kegiatan yang dilaksanakan BI akan membawa trend positif pereknomian di daerah.

“Saya yakin prosesi penukaran uang baru yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama perbankan, ekonomi di BMR akan tambah gairah,” tutur politisi Partai Golkar ini.

Dengan disiapkannya uang sebesar Rp1,47 Triliun di Sulut, terlebih jelang lebaran, ini membuktikan naiknya kebutuhan kebutuhan lebaran termasuk uang tunai. “Jika melihat dari data sebelumnya ini alami peningkatan 35 persen dibandingkan dengan Lebaran tahun 2016 hanya Rp1,46 triliun” katanya.

Penukaran uang yang meliputi pecahan uang besar, diperkirakan akan mencapai sekitar 93 persen, dari total outflow, sedangkan sisa tujuh persen adalah pecahan kecil.

Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulut Soekowardojo mengataka, penukaran uang  merupakan fenomena yang mendorong tingkat konsumsi. Dengan demikian dapat menggairahkan ekonomi.

“BI sebagai pintu yang mengedarkan uang Rupiah akan terjamin peredarannya secara tepat waktu. Khususnya menjelang lebaran di mana kebutuhan uang kartal meningkat signifikan,” katanyanya.

Penukaran uang yang dibuka Walikota Kotamobagu Tatong Bara diikuti 10 perbankan yang ada di Kotamobagu. Diharapkan dapat memperlancar kegiatan ekonomi selama Ramadhan sampai Idul Fitri.

Penulis: Hasdy

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional