6:42 pm - Monday, 27 March 2017

Kasus Ayam Mati Mendadak di Kotamobagu Terus Bertambah

Redaksi 0 respond
Sanksi Tegas Bagi Pelaku Pungli // jdl   ProBMR, Kotamobagu- Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan perhatian khusus bagi pencegahan praktek pungutan liar (pungli) di jajaran pemerintah kota kotamobagu. Khususnya bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani soal perijinan dan pelayanan masyarakat. Menurut Wali Kota Kota Kotamobagu, salah satu komitmen pemerintah Kota Kotamobagu untuk mencegah praktek pungli,  pihaknya telah menetapkan Standar Operasioanal Prosedur (SOP) di setiap SKPD yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat. “Hal ini telah lama kami (pemerintah) canangkan jauh sebelumnya. Dalam SOP semua  jelas, jangka waktu pengurusan ijin, restribusinya berapa, semuanya harus transparan,”  kata Wali Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, Senin (17/10). Wali Kota meminta agar seluruh SKPD dan ASN di Kota Kotamobagu untuk menjauhi praktek- praktek yang melanggar peraturan yang berlaku, termasuk pungli. “Jangan ada pungutan di luar prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah. Itu tidak dibolehkan,” kata Wali Kota. Dirinya menegaskan bagi ASN yang terbukti melakukan praktek pungutan liar akan diberi sanksi tegas. Tidak hanya sanksi administrasi, pelaku akan berhadapan dengan sanksi pidana. “Tergantung indikasinya, sanksinya bisa sampai dengan pemecatan. Bahkan proses hukum oleh pihak berwajib,” kata Wali Kota.

Pemeriksaan cepatunggas di Mongkonai positif flu burung tipe A

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU —  Unggas mati di Kotamobagu terus bertambah. Setelah Kopandakan I, Sinindian, Biga dan Pontodon, kini giliran kelurahan Mongkonai, Kotamobagu Barat yang diserang virus mematikan. Ratusan ekor unggas jenis bebek dan ayam, mati mendadak, Sabtu (15/10).

Menindaklanjuti kasus kematian unggas tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi utara bersama Balai Keswan kembali turun ke Kotamobagu. Mereka langsung memusnahkan ratusan unggas di Mongkonai. Dari Hasil Pemusnahan ditemukan bertambah menjadi 152 ekor unggas.

“Beberapa hari lalu ada 141 ekor, hari ini sudah bertambah,” kata  Kabid Peternakan dan Pertanian Kota Kotamobagu Manaf Pudul, Sabtu (5/10).

Kepala Balai Keswan Kesmavet Distanak Sulut Grace Sela melalui drh.Hanna Tioho menjelaskan, sebelum pemusnahan dilakukan desinfektan untuk pemutusan virus di lokasi kandang agar tidak berkelanjutan.

 “Dari pemeriksaan cepat, unggas-unggas ini positif flu burung Tipe A,” terangnya.

Ia pun berharap kepada masyarakat agar langsung memberitahu ke dinas terkait jika menemukan ada ayam mati mendadak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara Arie Bororing di dampingi oleh Kepala Bidang Peternakan Distanak Sulut Novly Wowiling menuturkan, pihaknya siap turun untuk melakukan pemeriksaan maupun pemusnahan flu burung agar tidak menyebar lagi.

“Jika ada yang mati langsung bakar dan tanam. Setelah itu bisa melapor ke Dinas Pertanian agar dilakukan penyemprotan,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu peternak dari Pontodon, Rinto Mokoginta mengaku mengalami kerugian besar adanya virus ini. Iapun berharap Pemkot secepatnya melakukan penanganan.

“Kalau perlu berikan disinvektan gratis ke masyarakat akar bisa dilakukan penanganan cepat. Kasian puluhan ayam kami mati. Untuk kerugian muncapai jutaan rupiah,” kata Rinto.

Terpisah, Dade Putong peternak asal Poyowa mengaku menghentikan sementara peternakan ayam potong.

“Pas ada isu flu burung, pas ayam-ayam kami habis panen. Kami akan berhenti dulu memelihara ayam, agar dampaknya tak kami rasakan,” keluhnya.(Mg2)

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in
Wali Kota: Semua Investasi Bisa Masuk di Kotamobagu

Wali Kota: Semua Investasi Bisa Masuk di Kotamobagu

Wali Kota Siap Pecat Bagi ASN Jika Kedapatan Pungli

Wali Kota Siap Pecat Bagi ASN Jika Kedapatan Pungli

Related posts
Your comment?
Leave a Reply