7:16 am - Tuesday, 23 May 2017

Warga Tabang Demo di Kantor Bupati Bolmong

Redaksi 0 respond
Warga Tabang saat lakukan aksi demo di kantor Bupati Bolmong

Warga Tabang saat lakukan aksi demo di kantor Bupati Bolmong

TOTABUAN.CO BOLMONG — Masyarakat Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (26/9), mendatangai kantor Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong). Kedatangan masyarakat itu, untuk mempertanyakan kejelasan status hutan Tonggara  yang berad ada di Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, yang dinilai masuk dalam kawasan hutan lindung.

Dengan membawa spanduk bertuliskan “solidaritas petani perkebunan rakyat area kawasan tongara / tapak lika menuntut keadilan pada Pemkab Bolmong dan pihak dinas kehutanan jangan melanggar hak asasi kami sebagai petani”.

“Kami meminta kepastian hukum masyarakat petani pengelola perkebunan rakyat kawasan hutan tonggara di Desa Matali Baru. Karena masyarakat sudah berkebun sejak tahun 1970 di tapa lika (hutan tonggara),” kata Anggota LSM-LP3T ( Lembaga Pembantu Pelayanan Publik Totabuan) Reza David Wulur  dengan orator Irawan Damopolii.

Ia menambahkan, Pemkab Bolmong harus bertanggung jawab terhadap adanya pembiaran oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) yang tidak pernah memberikan sosialisasi kepada masyarakat baik dalam bentuk surat tentang status hutan tanggora.

“Kenapa permasalahan ini muncul ke permukaan sebenarnya atas  dasar apa penggarap lahan di sana (hutan tonggara) diperiksa oleh polisi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishutbun Bolmong, Imran Nantudju menjelaskan, persoalan di lokasi perkebunan tersebut sudah terjadi sejak bulan lalu.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat. Kemudian berdasarkan laporan itu saya perintahkan kepada anggota saya turun lapangan untuk kroscek terhadap permasalahn itu,” ujarnya. (Mg3)

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

Biaya Perjalanan Dinas Penjabat Bupati Naik 461 Juta

Pengadaan Meubeler di Rumah Dinas Bupati Diduga Tak Lewat Proses Tender

Related posts
Your comment?
Leave a Reply