Menu

KP3 Kotamobagu Gelar Rapat Komisi Pengawasan Pupuk

  Dibaca : 6 kali
KP3 Kotamobagu Gelar Rapat Komisi Pengawasan Pupuk
Suasana Rapat Komisi Pengawasan Pupuk (KP3) Kotamobagu
Suasana Rapat Komisi Pengawasan Pupuk (KP3) Kotamobagu

Suasana Rapat Komisi Pengawasan Pupuk (KP3) Kotamobagu

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU— Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan (DP4K) Kotamobagu melakukan rapat komisi pengawasn pupuk dan pestisida (KP3) melibatkan TNI dari Kodim 1303 Bolmong.

Rapat yang dibuka oleh Sekkot Kotamobagu Tahlis Gallang itu dihadiri Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Sampang Sihotang yang digelar di ruang pertemuan DP4K Kotamobagu Kamis (18/8/2016).

Tahlis mengatakan, pupuk dan pestisida adalah sarana produksi yang sangat menentukan dalam pencapaian sasaran produksi nasional. Ia juga menyebut rapat KP3 merupakan salah satu wadah koordinasi pengawasan pupuk dan pestisida antar instansi terkait yang mempunyai peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Sementara itu Kepala DP4K Hardy Mokodompit mengatakan,tujuan dari rakor ini guna menyamakan persepsi dan bertukar informasi antara produsen,distributor dan kios pengecer sebagai penyalur pupuk kepada kelompok tani serta tim KP3 sebagai tim verifikasi.

“Rapat ini merupakan salah satu upaya memberi pengetahuan kepada pelaksana administrasi yang baik kepada para pengecer,”ucapnya.

Ia menambahkan setelah rapat koordinasi ini hendaknya dilanjutkan dengan verifikasi ke lapangan sehingga mengetahui masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat serta hal-hal yang merugikan para petani. Dari empat jenis pupuk bersubsidi, yakni urea, SP-36, NPK, dan ZA, paling bersar permintaan yakni Kecamatan Kotamobagu Selatan yakni 356.75 ton.

“Ini masih didominasi di sektor pertanian sedangkan sektor perikanan dan peternakan, pendistribusian pupuk minim karena pihak kelompok tidak mengusulkan lewat RDKK atau rencana definitif kebutuhan kelompok,” ujar Hardy.

Hardy mengatakan, bahwa permintaan pupuk bersubsidi ini harus diusulkan lewat  RDKK kelompok. RDKK dibuat sesuai permintaan dan harus diambil ihak kelomok itu sendiri.

Mengenai pupuk yang sudah terealisasi sampai saat ini, Hardy menjelaskan, sampai bulan Agustus  rata-rata penyerapan pupuk untuk jenis tanaman pangan sudah mencapai 70 persen dan diharapakan hingga bulan Desember nanti selesai 100 persen.

“Sampai bulan Agustus sudah 390 ton untuk pupuk jenis ures.  Paling besar permintaan itu ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Kotamobagu Timur dan Selatan,” tuturnya.(Mg3)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional