4:01 pm - Wednesday, 18 January 2017

Spanduk Penolakan Pjs Bupati Bolmong Disebar

Redaksi 1 respond

Spanduk penolakan PJs Bupati BolmongTOTABUAN.CO BOLMONG—Penolakan terhadap Penjabat sementara (Pjs) Bupati Bolmong tampaknya terus disuarakan. Bahkan tak tanggung-tanggung, sejumlah spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap Pjs Bupati yang bukan kader Birokrat BMR tampak terpasang disejumlah titik.

Meski belum secara resmi dilantik oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, namun suara penolakan terhadap Pjs Bupati yang kabarnya diamanatkan kepada Niksom Watung terus disuarakan.

Spanduk-spanduk yang bertuliskan penolakan tampak terpasang. Seperti di Kecamatan Poigar, dan Ibukota Kabupaten Lolak.

“Sejak Jumat spanduk sudah mulai terpasang,” ujar Rusdi Paputungan warga Poigar.

Spanduk Penolakan Pjs Bupati

Ia mengatakan, spanduk tersebut dipasang oleh sejumlah warga yang mengaku  sebagai aliansi  masyarakat cinta BMR, tuturnya.

Sebelumnya suara penolakan terhadap Pjs Bupati mulai disuarakan. Gerakan pemuda cinta tanah lahir (Garpurtala) misalnya, sejak awal menyatakan protes terhadap kebijakan Gubernur Sulut Olly Dondonkambey yang tidak sesuai dengan aspirasi warga soal keinginan birokrat BMR menjadi Pjs Bupati.

“Ini bentuk protes kami terhadap sikap egoismis Gubernur. Kami menyatakan sikap, kami tetap menolak,” kata Adri Paputungan.(Mg3)

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

Penderita DBD di Bolmong Capai 80

Plh Bupati Bolmong Pimpin Apel Perdana  

Related posts
One Response to “Spanduk Penolakan Pjs Bupati Bolmong Disebar”
  1. Jffner
    # 18/07/2016 at 11:34 AM

    Masyarakat Bolmong yg mana , hanya segelintir org yg mengatas namakan Bolmong , yg di tunggangi oleh kepentingan politik , tidak berkaca pada daerah lain yg sudh cerdas dalam berdemokrasi . Mash ingatkah kita di saat PJS Bupati Sitaro yg notabene Putra BMR Idrus Mokodompit di terima dengan baik olh selurh masyarakt di Sitaro ( coba istifar , percuma berpuasa sebulan tdk ada makna nya..! ) .

Leave a Reply