Menu

Ratusan Siswa Baru di SMK II Kotamobagu Terima Perlakukan Tidak Mendidik

  Dibaca : 104 kali
Ratusan Siswa Baru di SMK II Kotamobagu Terima Perlakukan Tidak Mendidik
Aksi plonco yang dialami para siswa baru
Aksi plonco yang dialami para siswa baru

Aksi plonco yang dialami para siswa baru

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU—Meski sudah dilarang tidak ada aksi  plonco saat penerimaan siswa baru atai masa orientasi, namun hal ini masih saja terjadi di sekolah di Kotamobagu. Ratusan siswa baru yang baru masuk di SMK Negeri II Kotamobagu diplonco kakak senior.

Sedikitnya 130 siswa baru di SMK Negeri II Kotamobagu alami hal yang tidak mengenakan dari kakak senior saat masuk sekolah. Di hari kedua, para siswa baru aksi yang tidak mendidik dari para kakak senior.

Para siswa dikalungi kardus yang bertuliskan nama samaran seperti Avatar, Play Boy. Bahkan salah satu siswa perempuan
diberi nama samaran janda. Dalam aksi itu, setiap siswa yang salah, diberi hukuman pushup.

Masa orientasi ini memang sudah dilarang derdasarkan surat edaran dari Kementrian pendidikan dan kebudayaan. Namun masih ada saja aksi plonco yang dialami para siswa baru.

“Nama samaran saya Janda, saya tidak suka dengan mana itu namun saya terpaksa terima, asalkan itu tidak benar,” kata Fresilia Makalalag salah satu siswa baru.

Pihak sekolah sendiri mengaku tidak mengetahui aksi plonco itu yang dilakukan para siswa. Menurut wakil kesiswaan Komang Supart, apa yang dilakukan pihak sekolah adalah masa perkenalan lingkungan sekolah dan bukan perploncoan.

“Kami tidak tahu. Yang kami tahu itu perkenalan siswa baru,” kata Kumang.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kotamobagu Rukmi Simbala mengaku baru mengetahui hal tersebut. “Saya akan berikan sanksi teguran lisan ataupun tulisan bagi sekolah yang masih melakukan masa perploncoan.

Ia mengatakan, untuk perploncoan itus sudah ditiadakan sesuai keputusan Kemendikbud nmor  18 tahun 2016, dan surat itu sudah kami edarkan diseluruh sekolah yang ada di Kotamobagu.

“Perploncoan sudah dilarang dan diganti dengan perkenalan lingkungan sekolah. Dan bila didapati masih ada sekolah yang melakukan hal tersebut akan diberi sanksi teguran lisan dan tertulis,” kata Rukmi. (Mg2)

Editor:
Tags
KOMENTAR

3 Komentar

  1. aba ulil Rabu, 20 Juli 2016
  2. ger Rabu, 20 Juli 2016
  3. wiwin Minggu, 24 Juli 2016

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional