4:41 am - Friday, 24 February 2017

Kecamatan Posigadan Bakal Jadi Awal Puncak Gerhana Matahari

Redaksi 0 respond
Gerhana Matahari

Gerhana Matahari

TOTABUAN.CO— Gerhana Matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tahun 2016 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisiki (BMKG) memperkirakan Gerhana Matahari diramal akan terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang. Meski tidak dilalui GMT, Sulawesi Utara masih dapat menikmati gerhana matahari sebagian di semua wilayahnya.

Ilustrasi kejadian gerhana matahari sebagian tanggal 9 Maret di seluruh wilayah Sulawesi Utara akan tampak untuk daerah sebelah Utara jalur totalitas.

Seperti dilansir BMKG Sulut, Magnitudo luasan matahari yang tertutupi oleh bulan di Sulawesi Utara diperkirakan bervariasi pada kisaran antara 83.4 % di Pulau Miangas, Talaud sampai 99.5% di Posigadan, Bolaang Mongondow Selatan.

Untuk yang menjadi jalur lintasan akan mengalami kontak pertama gerhana matahari sebagian ini.

Perhitungan matematis waktu kejadian gerhana matahari sebagian pada beberapa wilayah di Sulawesi Utara. Awal puncak gerhana kontak akhir 1 Posigadan,

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

07:31:4608:45:3710:10:2999.5%2h 38m 43d2

Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

07:32:0308:45:4710:10:3297.4%2h 38m 29d3

Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow

07:32:4208:47:0010:12:2098.1%2h 39m 37d4

Kota Kotamobagu 07:32:4908:47:1910:12:5198.8%2h 40m 01d5

Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

07:33:0908:47:5410:13:4199.0%2h 40m 31d6

Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan

07:33:3108:48:1710:14:0697.5%2h 40m 35d7

Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara

07:33:3208:48:2810:14:2698.5%2h 40m 54d8

Kota Tomohon

07:33:5308:48:5310:14:5597.3%2h 41m 01d9

Megamas, Kota Manado

07:34:0308:49:0410:15:0696.7%2h 41m 03d10

Pantai Firdaus Kema, Minahasa Utara

07:34:1108:49:2210:15:3597.3%2h 41m 25d11

Lembeh Selatan, Kota Bitung

07:34:1908:49:3510:15:5497.3%2h 41m 35d12Kota

Bitung

07:34:2108:49:3710:15:5697.2%2h 41m 35d13

Pantai Pal, Marinsow Likupang, Kabupaten Minahasa Utara

07:34:3308:49:5010:16:0996.4%2h 41m 36d14

Tagulandang, Kabupaten Sitaro

07:35:2808:50:5910:17:3094.1%2h 42m 02d15Ulu,

Siau, Kabupaten Sitaro

07:35:5508:51:2810:18:0092.7%2h 42m 06d16

Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe

07:37:0008:52:3710:19:1189.5%2h 42m 12d17

Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud

07:38:4208:55:1910:22:4889.3%2h 44m 05d18

Pulau Marampit, Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud

07:40:1008:57:0810:24:5286.9%2h 44m 42d19

Pulau Miangas, Kabupaten Kep. Talaud

07:40:3708:57:0110:24:0883.4%2h 43m

Kejadian gerhana matahari tanggal 9 Maret 2016, dimanfaatkan BMKG untuk mengamati beberapa fenomena yang diduga dapat terpengaruh oleh kejadian ini.

Di Sulawesi Utara, BMKG Stasiun Geofisika Manado akan mengadakan pengamatan visual gerhana matahari sebagian yang akan dilakukan di Pantai Firdaus, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara.

Diperkirakan, pesisir pantai Timur Sulawesi Utara akan menjadi lokasi ideal untuk melakukan pengamatan visual gerhana matahari karena lokasinya yang berada dekat dengan lintasan gerhana matahari dan posisi matahari pada waktu kejadian gerhana di wilayah Sulawesi Utara diperkirakan masih berada pada azimuth 95o-105o arah Timur Tenggara dengan ketinggian bervariasi antara 250 pada kontak awal sampai dengan 670 pada kontak akhir.

Selain pengamatan visual gerhana matahari, BMKG Stasiun Geofisika Manado juga akan melakukan pengamatan nilai absolut terhadap variasi medan magnet bumi di pos pengamatan magnet bumi BMKG di Tondano. Dugaan sementara, aktivitas gerhana matahari ini akan menyebabkan perubahan temperatur pada ionosfer sehingga dapat menyebabkan gangguan medan magnet bumi.

Pengamatan nilai absolut medan magnet bumi akan dilakuan BMKG selama 7 hari berturut-turut mulai dari tanggal  6-12 Maret 2016. Untuk menguji ini dapat dilakukan dengan membandingkan pengamatan magnetbumi di tempat-tempat yang dilalui GMT dan stasiun-stasiun magnetbumi di luar lintasan GMT.

Masyarakat Sulawesi Utara juga dapat menyaksikan secara langsung pengamatan visual gerhana matahari yang dilakukan BMKG dari berbagai kota di Indonesia lewat jaringan internet.

Untuk daerah Sulawesi Utara yang dilintasi oleh Gerhana Matahari sebagian, maka sebaiknya masyarakat melihat fenomena ini tidak secara langsung dalam waktu yang lama. Melihat gerhana matahari sebagian dengan secara langsung dapat menyebabkan paparan cahaya matahari dengan instensitas tinggi dapat merusak mata. Untuk dapat melihat dengan aman, dapat menggunakan penapis cahaya seperti kacamata gerhana, atau kacamata dengan filter khusus untuk melihat matahari.

Pilihan yang lain adalah dengan menggunakan Kotak Pinhole, alat sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati gerhana matahari.(**)

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!

Sam Sahrul Mamonto, Jemi Tine dan Sofyan Alhabsy Siap Diganti

Rencana Pemberian Gelar Adat Bogani Kepada Kapolda Sulut Muncul Kontroversi

Related posts
Your comment?
Leave a Reply