11:23 pm - Tuesday, 24 January 2017

Jokowi Diminta Ganti Menteri yang Doyan Berkonflik

Redaksi 0 respond

JokowiTOTABUAN.CO-Politikus Partai Hanura Dadang Rusdiana meminta ketegasan Presiden Joko Widodo menangani para pembantunya yang sering membuat kegaduhan.

Hal itu disampaikannya menyikapi perbedaan pendapat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said terkait rencana pengembangan proyek regasifikasi gas alam cair (LNG) Blok Masela di Provinsi Maluku.

“Ketika presiden tegas memecat menteri yang doyan berkonflik, itu mengembalikan wibawa presiden,” ujar Dadang Rusdiana saat dihubungi, Rabu (2/3).

Menurutnya, sering terjadinya silang pendapat diantara para menteri membuat pemerintah menghabiskan energi mengurus perdebatan tersebut. Perdebatan tersebut juga menyebabkan tidak efektifnya kinerja pemerintahan.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura ini mendukung Presiden Jokowi untuk mengganti menteri-menteri yang gagal dalam berkomunikasi. Menurutnya, perbedaan pendapat antar menteri dapat diselesaikan secara internal, yakni dalam rapat kabinet.

“Kami sepakat kalau gagal dalam komunikasi, itu diganti saja. Kewibawaan presiden tergerus karena seakan tidak bisa mengatasi konflik antar menteri,” katanya.

Sementara Politikus Partai NasDem Johnny G Plate meminta para menteri untuk berdebat langsung di depan Presiden Jokowi. Menurutnya, hal tersebut lebih baik dibandingkan berdebat di publik dan membuat kegaduhan baru.

“Jika ada perbedaan pendapat selesaikan di kementerian. Jika mau berdebat, debat dihadapan presiden saat sidang kabinet,” kata Johnny G Plate.

Anggota Komisi Keuangan DPR ini menyatakan kegaduhan di internal pemerintahan tak hanya menurunkan kepercayaan masyarakat, tapi juga investor terhadap kebijakan yang nantinya dikeluarkan pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan akan memutuskan nasib pembangunan fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) di blok Masela, Maluku pada 2018.

Namun, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyindir pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengatakan adanya upaya dari oknum tertentu untuk mengganti investor blok Masela. ?Itu disampaikannya melalui akun pribadi Twitternya.

Hal tersebut menyebabkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengultimatum para pembantunya di Kabinet Kerja untuk tidak lagi meributkan masa depan pengembangan blok Masela di ruang publik, khususnya di media sosial.

Menurutnya, sikap beda pendapat dan saling kritik sejumlah menteri belakangan ini tidak dapat ditoleransi dan akan menjadi bahan evaluasi kinerja personal.

Juru Bicara Presiden, Johan Budi mengatakan Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinannya atas beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, di mana beberapa menteri seolah saling menyerang di ruang publik.

sumber:cnnindonesia.com

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

TOTABUAN.CO-Wakil Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali Nurdin Halid mengatakan, pihaknya menunggu sikap pemerintah pasca dikeluarkannya putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi kubu Agung Laksono. Nurdin berpandangan, ada dua opsi yang bisa disikapi oleh pemerintah. “Bisa juga tak terjadi Munaslub, kalau pemerintah memiliki pendapat lain. Putusan MA hukum tertinggi, silakan Pak ARB lanjut,” kata Nurdin di kediamannya Cibubur, Jakarta. Opsi yang kedua, lanjut Nurdin, tetap digelar Munaslub sesuai dengan hasil rekomendasi Rapimnas Partai Golkar beberapa waktu yang lalu. Namun, tegas dia, panitia penyelenggara Munaslub adalah Munas Bali. Bukan Munas Riau seperti yang disampaikan Menkum HAM Yasonna Laoly. “Ini rancu dan rawan gugatan kalau Munaslub dasarnya Munas Riau,” ucapnya. Lebih lanjut, Nurdin menambahkan, jika nantinya digelar Munaslub, sesuai arahan pemerintah yaitu dilakukan Munaslub dengan rekonsiliasi. Seperti yang telah disepakati antara Aburizal Bakrie, Agung Laksono dan Jusuf Kalla bila semuanya menghormati proses hukum dan tidak akan membentuk partai baru. “Yang menang merangkul yang kalah, yang kalah legowo dan disepakati menghormati proses hukum serta tak mendirikan partai baru,” tambahnya. Diakui Nurdin, bila rekomendasi Rapimnas diselenggarakan Munaslub rekonsiliasi antara Kubu Agung dan Ical. Keduanya telah menyatakan legowo untuk tidak mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar. Namun demikian, kata dia, pasca keputusan MA ini sangat tergantung pada sikap pemerintahan Presiden Jokowi. sumber:merdeka.com

Ada Lima Tokoh yang Dinilai Bisa Selamatkan Golkar

Related posts
Your comment?
Leave a Reply