Menu

Sampah Bermasalah, Sekkot Tahlis Sebut Distakot Banyak Alasan

  Dibaca : 44 kali
Sampah Bermasalah, Sekkot Tahlis Sebut Distakot Banyak Alasan
Armada yang Dipakai Mengangkut Sampah Hingga ke Lorong-lorong. (f-rez/tco)
Armada yang Dipakai Mengangkut Sampah Hingga ke Lorong-lorong. (f-rez/tco)

Armada yang Dipakai Mengangkut Sampah Hingga ke Lorong-lorong. (f-rez/tco)

TOTABUAN.CO – KOTAMOBAGU – Banyaknya keluhan masyarakat terhadap pengangkutan sampah yang terbengkalai di setiap lorong-lorong yang ada di Kota Kotamobagu, membuat pemkot menyoroti kinerja instansi terkait Dinas Tata Kota (Distakot) Kota Kotamobagu.
Sekretaris Kota (Sekkot) Tahlis Galang mengatakan pihak distakot terlalu beralasan dalam penanganan sampah yang menjadi keluhan masyarakat di setiap lorong.
“Kalau hanya mengusulkan pengadaan alat pengangkut sampah saya rasa itu bukan satu-satunya solusi, dan saya rasa itu hanya alasan klasik saja dalam penanganan keluhan masyarakat,” tegas sekkot, Selasa (2/2).
Diakui mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bolsel itu, alat pengangkut sampah oleh distakot memang sudah tidak memadai lagi, namun dirinya menegaskan instansi terkait lebih persuasif dalam upaya penanganan sampah.
“Memang alat angkut sampah roda tiga untuk wilayah lorong-lorong sangat tidak memadai jumlahnya, sehingga itu pihak distakot wajib terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat membuat bak sampah di depan rumah masing-masing, sehingga petugas sampah walau terlambat menjemput sampah sudah diletakan di bak sampah sehingga mempermudah pekerjaan,” tambah Galang, siang tadi.
Tahlis menambahkan alasan apapun yang dikatakan pihak distakot, pemkot terus memantau kinerja SKPD tersebut.
“Kita carikan solusi apapun mengenai sampah, jangan nanti armadanya banyak kemudian sopir dan petugasnya yang malas bekerja, jadi sudah bukan solusi lagi, banyak terobosan yang harus digerakan terutama mengajak masyarakat sadar akan pentingnya buang sampah pada tempatnya.” kata Tahlis.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Masril Lapadengan mengakui bahwa distakot sangat minim alat operasional pengangkut sampah.
“Memang kendalanya juga ada di jumlah alat angkut sampah roda tiga karena pengadaan 8 unit kemudian tiga diantaranya sudah rusak. Jadi sisa lima saja yang difungsikan namun sulit juga karena banyak lorong kecil dan ada banyak kelurahan dan desa,” tuturnya beralasan.
Ditambahkannya, distakot akan menambah fasilitas penunjang dan sosialisasi akan lebih ditingkatkan. “Kita akan terus bersosialisasi, juga kedepan akan diusahakan fasilitas penunjang yakni pembuatan bak sampah dan akan berkoordinasi dengan seluruh camat di Kotamobagu untuk penggunaannya,” pungkas Lapadengan. (rez/ryo)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional