4:53 pm - Tuesday, 17 January 2017

Warga Tantang Kapolres Bolmong dan Pj Bupati Boltim Lakukan Sumpah Pocong

Redaksi 0 respond

Ilustrasi Sumpah PocongTOTABUAN.CO BOLTIM–Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) mendesak agar Kapolres Bolmong AKBP William Simanjuntak dan Penjabat Bupati Rudi Mokoginta, melakukan sumpah pocong. Ancaman warga ini lantaran keduanya dianggap paling bertanggungjawab atas kasus dugaan money politik saat Pilkada 9 Desember lalu yang melibatkan tiga oknum polisi.

“Kami minta Pak Kapolres Bolmong dan Penjabat Bupati Boltim jujur dan mau mengakui kesalahannya. Jika masih bersilat lidah, kami meminta mereka berdua disumpah pocong saja,” kata Ikbal Goni,tokoh pemuda desa Tutuyan Minggu (27/12).

Pendapat yang sama juga dilontarkan Mus Mokodompit, warga desa Tombolikad, Kecamatan Tutuyan. Saat diwawancarai, Mus mengatakan, ritual sumpah pocong ini adalah pembuktian jika kedua pejabat ini sama sekali tidak terlibat dalam kejadian di Desa Purworedjo, pukul 04.00 WITA, jelang pemungutan suara Pilkada setempat.

“Kami tantang keduanya lakukan sumpah pocong. Keduanya adalah pengayom masyarakat, tapi di Boltim keterlibatan dua orang ini tak bisa dibantah,” tandasnya.

Apaterlebih  pernyataan William  terkait ditemukannya uang paslu 94 juta ditangan anak buahnya itu, seharusnya diusut dari mana sumber uang paslu yang diduga akan diedarka di Boltim. Namun hingga kini pernyataan William soal uang palsu tertutup rapat dari mana sumbernya. Sejumlah sumber  yang ada di Polres Bolmong enggan berkomentar soal dugaan keterlibatan oknum anggota polisi yang ditemukan membawa uang palsu puluhan juta rupiah waktu dihadang warga.

kini, dua oknum polisi yakni Bripka IM dan Bripka KM telah menjalani sidang kode etik di Polres Bolmong pada Senin (21/12) lalu. Bripka IM diketahui adalah ajudan penjabat Bupati Boltim Rudi Mokoginta. Sedangkan, Bripka KM merupakan anggota Patwal salah satu pejabat di Kotamobagu. Dalam sidang kode etik yang dipimpin Wakapolres Bolmong Kompol Nanang Nugraha. Kedua oknum polisi itu hanya divonis bersalahdan  hanya mendapat sanksi teguran tertulis, mutasi bersifat demosi dan ketiga penempatan di ruang khusus selama 21 hari. (Has)

Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

Sehan Landjar Tolak Tanda Tangani Berkas Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Pj Bupati Boltim Bantah Menyuruh Ahmad Alheid Melapor di Polres

Related posts
Your comment?
Leave a Reply