Menu

Soal Kasus MMS, Kajari Kotamobagu Tunggu Surat Putusan

  Dibaca : 4 kali
Soal Kasus MMS, Kajari Kotamobagu Tunggu Surat Putusan
Fien Ering Kepala kejaksaan Negeri Kotamobagu

Fien Ering Kepala kejaksaan Negeri Kotamobagu

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU—Hingga kini pihak Kajari Kotamobagu belum melimpahkan berkas milik tersangka Marlina Moha Siahaan (MS) ke Pengadilan  Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Manado. Sebab masih menungguh surat putusan hasil gugatan pra peradilan.

“Yang pasti kita belum menerima surat putusan. Kalau surat putusan sudah ada, pasti langsung  kita limpahkan,” kata Kepala  Kajari Kotamobagu Fien Ering usai menghadiri acara pelantikan Sekda Kotamobagu Senin (18/10).

Soal rencana melakukan banding Fien mengatakan tidak ada. Banding sudah tidak ada lagi paska putusan MK . Sehingga  pihak langsung menerima putusan sidang gugatan.

“Kalau banding ngak lah. Kan paska putusan MK putusan pra peradilan sudah tidak ada lagi banding. Kami tinggal menunggu surat putusannya saja,” kata dia.

Dia menjelaskan proses gugatan yang dilakukan pihak LSM adalah  wajar.  Sehingga dengan keluarkannya putusan, berarti sudah final.

“Intinya kita tinggal menungguh surat putusan itu. Kalau surat putusannya sudah ada, langsung kita limpahkan ke pengadilan. Intinya surat putusan itu. Ya, itu dulu ya, saya ada mau ke acara dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, paskah diserahkan tersangka dan barang bukti oleh penyidik Polres ke Kejaksaan pada Senin (1/6) lalu, penyidik Kejaksaan berjanji masih akan melakukan analisa dan kajian sebelum dilimpahkan.  Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Ivan Bermuli yang masih menjabat pada waktu itu mengatakan,  bahwa P21 tidak bisa dibatalkan. Alasannya, karena bukti kuat yang menjerat MMS sangat beralasan yakni bukti pernyataan empat terpidana dalam persidangan. Namun seiring proses berjalan, pihak Kajari Kotamobagu  mengeluarkan Surat Keterangan Penghentian Penuntutan (SKP2). Alasan dikeluarkannya SKP2, karena para saksi mencabut pernyataan saat dipersidangan yang diperkuat dengan surat pernyataan.

Namun, LSM Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) menggugat lewat kuasa hukum Steven Wagiu SH. Dalam sidang pra peradilan, akhirnya PN Manado  memerintahkan agar Kajari  segera dilimpahkan berkas milik MMS ke Pegadilan Tipikor.  Penegasan itu berdasarkan putusan pra peradilan dan menyatakan SKP2 tidak sah. (Has)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional