Menu

Kemhub Targetkan Pengoperasian Sistem Keselamatan KA Otomatis pada 2018

  Dibaca : 5 kali
Kemhub Targetkan Pengoperasian Sistem Keselamatan KA Otomatis pada 2018

keretaTOTABUAN.CO— Kementerian Perhubungan (Kemhub) menargetkan pengoperasian sistem keselamatan kereta api otomatis (SKKO) di seluruh rel sekitar stasiun pada 2018.

Pada tahap awal, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemhub bakal merampungkan pemasangan track balise (bagian dari alat persinyalan) di lintas utara Jawa, yang membentang dari Jakarta-Surabaya sepanjang 700 kilometer (km) pada tahun ini.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko menjelaskan, untuk mengoperasikan SKKO secara utuh, perangkat sinyal bukan hanya harus terpasang pada rel sekitar stasiun saja tetapi juga diperlukan perangkat sinyal yang terpasang pada sarana KA. Sementara itu, pemasangan balise di rel menjadi tanggung jawab Ditjen KA.

“Kami harapkan efektif pengoperasian SKKO pada 2018. Kami memprioritaskan pengoperasian di Jawa, termasuk Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi). Anggarannya cukup besar, saya pernah menghitung bisa mencapai Rp 1 triliun (hingga 2018),” kata Hermanto di Jakarta, Kamis (1/10).

Hermanto melanjutkan, setelah menuntaskan lintas utara Jawa, Kemhub akan melanjutkan pemasangan track balise di lintas selatan Jawa dengan panjang rel mencapai 800 km. Tetapi, dia belum menyebutkan detail kebutuhan anggaran pada tahun depan.

“Pada tahun ini juga, anggarannya saya tidak terlalu hapal karena dilimpahkan kepada masing-masing balai,” ungkap Hermanto.

Ia mengatakan, pemasangan balise di wilayah Jabodetabek bakal menemui kendala tersendiri. Pasalnya, frekuensi lalu lintas KA di Jabodetabek sangatlah padat. Hal ini pun membuat pemasangan alat persinyalan di sarana KA menjadi terganggu.

Namun demikian, katanya, Kemenhub tetap berupaya menjadwalkan pemasangan alat-alat tersebut di Jabodetabek guna meningkatkan keselamatan dengan mengandalkan persinyalan pada penggunaan teknologi mutahir. Selama ini, persinyalan masih banyak mengandalkan koordinasi dari faktor manusia.

Dia menambahkan, dengan pemasangan balise diharapkan peristiwa tabrakan KRL di Stasiun Juanda, Jakarta beberapa waktu lalu tidak akan terjadi lagi karena balise mengirimkan gelombang radio ke lokomotif yang secara otomotis akan mengeluarkan suara peringatan kepada masinis.

Sumber;beritasatu.com

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional