11:37 pm - Monday, 22 May 2017

Petani Holtikultura Boltim Terpaksa Manfaatkan Air Sisa Pembuangan

Redaksi 1 respond

Petani Sayur di BoltimTOTABUAN.CO BOLTIM—Petani holtikultura di Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terpaksa harus  memanfaatkan air sisa kotoran dari warga. Hal ini dilakukan  untuk mengatasi kekeringan yang terjadi saat musim tanam.

Dampak musim kemarau yang terjadi lima bulan ini,  para petani sayur di Desa Moat Kecamatan Modayag Boltim  memanfaatkan air kotoran dari warga  untuk menyiram tanaman mereka.

Dengan mengunakan mesin pemompa air, para petani menyiram tanaman mereka akibat musim kemarau. Namun air tersebut merupakan sisa pembuangan.

Rofi Pangalila  salah satu petani yang ada di Desa Moat mengaku, untuk menanam sayuran disaat musim kemarau mereka  membutuhkan modal yang cukup besar mencapai hingga belasan juta rupiah. Dana itu digunakan untuk menyiapkan lahan, bibit tanaman, mesin pompa air,  selang, bahan bakar  serta biaya sewa orang untuk menyiram tanaman.

Selain sulitnya mendapatakan air hasil pertanian petani menurun.Sebab pupuk juga mulai langkah. Sehingga berpengaruh pada hasil panen.

“Musim kemarau ini sudah berjalan lima bulan untuk menyiram sayur, kita terpaksa manfaatkan air buangan warga,” kata Rofi Pangalila petani sayur.

Dampak musim kemarau juga membuat sebagian besar lahan pertanian terpaksa ditinggalkan. Banyak petani beralih profesi yang menyebabkan lahan hanya menjadi tempat makan hewan ternak sapi. (mg1)

Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

Penertiban APK, Di Boltim Dinilai Setengah Hati

Rekomendasi Pengunduran Diri Sam Sahrul Mamonto Belum Jelas

Related posts
Your comment?
Leave a Reply