10:08 am - Monday, 29 May 2017

Pak Sutan: Jadi Pengemis itu Menurunkan Martabat

Redaksi 0 respond

pak sutan penjual buku

TOTABUAN.CO— Semangat dan gigih. Begitulah sosok menggambarkan keseharian Sutan Akbar. Meski usia tak muda lagi, dia bukan tipikal orang yang pasrah. Setiap harinya Sutan berjalan kaki berkilo-kilometer menyusuri jalanan sejumlah titik keramaian Kota Bandung. Sutan menjajakan setumpuk buku soal panduan salat bagi umat Islam.

Sudah 25 tahun atau sejak 1990, bapak empat anak ini menjadi penjual buku keliling. “Kita mesti punya spirit sebagai petarung. Bersungguhlah bekerja atau berjualan. Jujur dan cari rezeki yang halal. Rezeki selalu ada bila kita niat benar,” ucap Sutan saat berbincang bersama detikcom di halaman salah satu ruko, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis siang (17/9/2015).

“Kalau kita cuma meminta-minta atau jadi pengemis, itu menurunkan martabat. Sekarang mengemis, terus ada yang memberi seratus perak, sama saja itu dilecehkan,” tutur pria berusia 59 tahun ini menambahkan.

Sutan menikmati usahanya selama ini. Dia menjual buku dengan target pembeli yaitu orang-orang yang dijumpainya di jalanan bukan maksud mencari iba.
“Anak minta saya berhenti berjualan. Ya seolah saya dianggap orang lain tidak diurus oleh anak-anak. Tapi bukan begitu sebenarnya. Saya ini kalau terus-terusan di rumah bisa stres, kan enggak bisa berinteraksi sosial,” ujar Sutan.

Dia juga punya alasan kenapa rela jalan kaki demi berdagang buku. “Jalan kaki itu bikin sehat. Fisik juga tetap bugar,” ucap Sutan yang hingga kini mampu membaca jelas tulisan-tulisan tanpa bantuan kacamata.

Sutan bangga dengan tiga dari empat anaknya yang kini kerja kantoran di luar Kota Bandung. Selama ini Sutan pun merasakan hasil jerih kerja anak-anaknya. Dia menerawang, lalu berucap penuh makna dan kasih sayang.

“Satu atau dua tahun ke depan, saya akan berhenti berjualan buku. Tentu saya mempertimbangkan keinginan anak-anak dan istri,” kata Sutan sambil memegang buku setebal 128 halaman berjudul ‘Risalah Tuntunan Shalat Lengkap’. Buku terbitan PT Karya Toha Putra Semarang itu dijual seharga Rp 10 ribu.

Sumber:detik.com

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

Ahmed Minta Polisi Kembalikan Jam Digital yang Disangka Bom

Tips Untuk Menghindari Jebakan ‘Friendzone’

Related posts
Your comment?
Leave a Reply