8:59 pm - Friday, 26 May 2017

KKP: Salah Satu Pulau Di Sulut Akan ‘Dijual’ ke Investor

Redaksi 0 respond

PulauTOTABUAN.CO– Kementerian Kelautan dan Perikanan siap menjual pulau lima pulau terluar di Indonesia. Salah satunya pulau Tahuna. Rencana penjualan itu akan dilakukan pada September 2015.  Lima pulau itu yakni Simeleu, Natuna, Tahuna, Saumlaki, dan Merauke.

Namun tunggu dulu. Maksud dari penjualan itu yakni profil pulau tersebut, kata Sekretaris Jendral KKP Sjarief Widjaja di Jakarta, (5/8).

Sjarief mengatakan pihaknya akan mempromosikan pulau-pulau terluar yang ada di Indonesia untuk mendatangkan investor. Diharapkan dengan adanya investor di bidang perikanan dan kelautan, pulau-pulau terluar bisa jadi basis bisnis perikanan dan menggairahkan perekonomian warga lokal.

“Kami akan utamakan kepentingan warga lokal dalam penyerapan tenaga kerja,” katanya. Sebagai langkah awal menarik investor, KKP yang dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat menyiapkan infrastruktur dasar terlebih dahulu.

Infrastruktur itu antara lain jalan, pelabuhan, bandara, listrik, dan air bersih yang telah disediakan terlebih dulu. Lahan untuk membangun keperluan industri perikanan dan kelautan seperti cool storage yang besar pun dijamin tersedia.

“Tak ada batasan dan masalah dengan pemerintah daerah. Tapi yang pasti pemodal asing tak boleh di bisnis tangkap ikan,” kata Sjarief.

Industri hilir, imbuhnya, menjadi prioritas yang diperdagangkan kelak. Selain itu, diharapkan ekspor ikan bisa langsung dilakukan dari pulau terluar tanpa harus dibawa ke Jakarta terlebih dahulu.

Selama lima tahun ke depan, KKP akan mempromosikan 31 dari 92 pulau terluar yang ada di Indonesia. Sedangkan 61 sisanya adalah pulau tak berpenghuni yang akan digarap kemudian. “Yang pasti itu pulau tetap dalam NKRI,” kata Sjarief.

Sumber: Tempo.Co

Tidak ada berita terkait:

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!

Surat Terbuka Untuk Presiden

Presiden Tinjau Kebakaran Hutan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply