2:04 pm - Friday, 24 March 2017

Ini Alasan Rizal Ramli Kerap Berbeda Pendapat, Termasuk dengan JK

Redaksi 0 respond

rizal-ramli

TOTABUAN.CO— Menko Kemaritiman Rizal Ramli, sejak masuk dalam di jajaran Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla, kerap memberikan pernyataan berbeda dari pejabat lain, termasuk Wapres Jusuf Kalla. Apakah Rizal tak dapat kesempatan menyampaikan pendapat saat rapat bersama Presiden Jokowi ataupun Jusuf Kalla?

Rizal tak menampik jika dirinya sering berbeda pendapat dengan pejabat lain. Menurutnya, selama pendapat yang dikemukakannya itu berdasarkan fakta, meski berbeda, sah-sah saja.

“Jadi, selama perbedaan pendapat dan ide diikuti fakta-fakta dan analisa, itu mendewasakan bangsa kita,” ujar Rizal saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2015).

JK menyebut, masih banyak pejabat dengan pola pikir zaman orde baru, yang menganggap perbedaan pendapat adalah gangguan. “Bikin investor takut katanya. Itu ngawur dan norak, karena investor itu malah senang kalau ada upaya bersihin Indonesia dari KKN, upaya tegakkan transparansi dan good governance,” jelas Rizal.

“Tapi tokoh-tokoh yang otoriter anggap ini gangguan. Gangguan terhadap kepentingan mereka. Kalo nggak punya kepentingan, rakyat banyak senang banget sama langkah saya,” tambahnya.

Lalu, apakah pernyataan keras yang kerap dilontarkannya langsung ke publik ini karena tidak dapat tempat saat rapat bersama Presiden ataupun Wapres?

“Kita sampaikan di dalam rapat. Saya kasih contoh beberapa hari lalu di ratas ada Menkeu, Pertamina, JK ada semua. Pertamina usulkan bangun storage supaya stok nasional kita naik jadi satu bulan. Tapi ngapain keluar uang hampir USD 2,4 miliar, hampir Rp 30 triliun. Kita kan beli minyak mentah satu juta barrel, minyak jadi setengah juta barel. Mereka aja yang bikin storage. Siapa tuh yang punya proyek bikin USD 2,4 miliar itu?” jawab Rizal.

Rizal melanjutkan. Masih berkaitan dengan PT Pertamina. Saat di dalam rapat bersama Presiden, Pertamina mengusulkan untuk bangun jaringan pipa BBM di seluruh pulau Jawa. Namun, urgensi proyek ini dipertanyakan langsung oleh Rizal.

“Kami nggak setuju, apa urgensinya. Sekarang kan ada jaringan tangki di seluruh Jawa. Kalau dibangun pipa BBM, bangkrut semua itu. Kan bahaya. Ini nggak ada urgensinya. Kami nolak, Presiden setuju minta dibatalkan. Kami lebih setuju,” cerita Rizal.

Belakangan perhatian publik tertuju pada sosok Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang ‘ribut’ dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rizal Ramli menilai sejumlah program pemerintah inefisiensi sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Ramlilah yang tak paham kondisi.

Adu pendapat di media, Rabu (19/5) siang untuk pertama kalinya Rizal Ramli bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sidang kabinet di Kantor Presiden. Di awal rapat, Presiden Jokowi langsung menekankan fungsi seorang Menteri Koordinator yang harus selaras dengan Wakil Presiden. Selain itu, seakan menyinggung perdebatan dengan JK, Jokowi menyebut tugas seorang Menko adalah mencari solusi.

Menurut JK, dalam rapat itu tak ada mediasi dengan mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu. Bahkan, lanjut JK, semua menteri memarahi Rizal Ramli yang dinilai tak beretika mengajak wakil presiden berdebat di depan umum.

“Ah tidak ada mediasi, saya tadi sampaikan bahwa sebagai menteri tidak boleh begitu. Di sidang kabinet semua orang marah sama dia tadi,” ujar JK.

JK menekankan pentingnya etika dan kesopanan seorang menteri dalam mengemban jabatannya. JK pun mengaku Jokowi mendukung langkahnya.
“Ya otomatis Pak Jokowi setuju dong,” ujar JK spontan.

Menanggapi instruksi Jokowi, Rizal Ramli hanya menjawab singkat pada wartawan.

“Solusi kan banyak,” ucap Rizal Ramli pada wartawan usai rapat.

Tindakan Ramli ini juga menuai kritik dari para politisi hingga rekan sesama menteri. Sebagian besar meminta ia lebih elok menyampaikan kritik dalam internal rapat tetapi ada juga yang minta Jokowi turun tangan mendamaikan.

Rabu malam, Jokowi memanggil Ramli. Sempat beredar kabar jika pemanggilan itu adalah upaya Jokowi mendamaikan keduanya. Namun, tak ada JK dalam pertemuan itu. Selain Rizal Ramli, ada Kepala Bappenas Sofyan Djalil yang ikut dipanggil Jokowi ke Istana. Namun, pertemuan keduanya berbeda waktu sehingga Sofyan tak tahu persis perihal pemanggilan Jokowi pada Ramli.

Usai pertemuan, Rizal Ramli kembali enggan membahas perselisihannya dengan JK. Ia bahkan menyebut ia tak ada masalah dengan JK.

“Yah gitu aja ribet,” ucap Ramli usai pertemuan
Sumber:detik.com

News Feed
Don't miss the stories followtotabuan.co and let's be smart!
Filed in

Fahri malu jika masalah Setya cs jadi motif rebut kursi pimpinan DPR

Ketum PAN sebut menteri yang perang komentar sebaiknya ditegur

Related posts
Your comment?
Leave a Reply