Menu

Tujuan Papua, Tiga Siswi Kotamobagu Nyaris Jadi Korban Trafficking

  Dibaca : 254 kali
Tujuan Papua, Tiga Siswi Kotamobagu Nyaris Jadi Korban Trafficking
Tiga wanita dan rekan prianya saat di introgasi di Polres Bolmong. Mereka nyaris jadi korban Trafficking | totabuan.co
Tiga wanita dan rekan prianya saat di introgasi di Polres Bolmong. Mereka nyaris jadi korban Trafficking | totabuan.co

Tiga wanita dan rekan prianya saat di introgasi di Polres Bolmong. Mereka nyaris jadi korban Trafficking | totabuan.co

TOTABUAN.co Kotamobagu — Polres Bolaang Mongondow kembali berhasil  mengagalkan upaya pengiriman perempuan ke Timika, Papua, Rabu 03 Juli 2013 sekitar pukul 02.30 dini hari. Kali ini tiga perempuan yang masih berstatus siswi nyaris jadi korban Traficking.

Mereka diamankan polisi di Lorong Lumoring, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat setelah salah satu orang tua korban melapor ke Polres Bolmong, karena sudah dua hari menghilang.

Saat diintrogasik ke Markas Polisi Resort Bolmong, akhirnya mereka mengaku jika akan ke Timika. Bunga nama samaran misalnya, gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMU ini, mengaku jika mereka akan ke Timika.

Bunga sudah seharian lari dari rumah dan berada dikos di wilayah Gogagoman.

Orang tua Bunga akhirnya melapor ke polisi karena diduga telah dipengaruhi oleh seseorang. ” Saya curiga ada orang yang mengiming-imingi anak saya untuk ke Timika. Sebab tanpa ada uang di tangan nekad untuk berangkat,” kata orang tua Bunga saat diwawancari di Polres setelah diketahui anaknya telah diamankan di Polres.

Lain halnya, juga deng Melati nama samaran. Melati juga diamankan bersama Bunga bersama rekannya. Siswi yang masih duduk dibangku kelas 1 SMU asal Kelurahan Matali ini juga mengaku hal yang sama. Bahkan laptop miliknya akan digadaikan guna untuk berangkat ke Timika.

“Yang pasti kita ke Timika untuk kerja,” kata Bunga dengan tanpa malu-malu.

Polisi telah melakukan pendataan, termasuk empat orang rekan mereka yang saat ditangkap bersama dengan mereka.
Mereka rata-rata masih duduk dibangku sekolah menengah umum dan rata-rata masih berumur 16 tahun.

Orang tua mereka menduga ada mucikari yang telah mempengaruhi mereka,dengan iming-imingi uang. Usai diintrogasi mereka langsung diamankan, sambil menungguh penyelidikan pengembangan lebih lanjut.

Peliput: Hasdy Fattah

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional